Benchmarking Tiga Kampus Ternama, Kaprodi HKI Perkuat Inovasi dan Mutu Pendidikan

HKI NEWS – Dalam upaya meningkatkan kualitas tata kelola akademik dan pengembangan Program Studi, Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Syariah dan Bisnis Islam INHAFI Bawean mengikuti kegiatan benchmarking kelembagaan yang diselenggarakan oleh Institut Agama Islam Hasan Jufri (INHAFI) Bawean ke tiga perguruan tinggi terkemuka, yakni Universitas Islam Darul Ulum (UNISDA) Lamongan, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta.

Kegiatan benchmarking ini menjadi bagian dari komitmen INHAFI Bawean dalam memperkuat mutu pendidikan tinggi, meningkatkan kualitas layanan akademik, serta mempersiapkan program studi yang adaptif terhadap perkembangan dunia pendidikan dan kebutuhan masyarakat.

Rombongan INHAFI Bawean mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi secara langsung dengan para pimpinan fakultas, ketua program studi, serta pengelola lembaga penjaminan mutu di masing-masing kampus tujuan. Berbagai praktik baik (best practices) terkait pengelolaan program studi, pengembangan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), peningkatan akreditasi, penguatan penelitian dan publikasi ilmiah, hingga pengelolaan kerja sama internasional menjadi fokus utama dalam kegiatan tersebut.

Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam INHAFI Bawean menyampaikan bahwa benchmarking bukan sekadar kunjungan akademik, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran dan pertukaran pengalaman untuk memperkuat daya saing program studi.

“Kami memperoleh banyak wawasan dan pengalaman berharga dari kampus-kampus yang telah memiliki berbagai prestasi akademik. Hasil benchmarking ini akan menjadi bahan evaluasi dan pengembangan Prodi HKI agar semakin unggul, kompetitif, dan mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya.

Di UNISDA Lamongan, rombongan mempelajari strategi penguatan tata kelola program studi dan pengembangan jejaring kerja sama kelembagaan. Sementara di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, diskusi difokuskan pada pengembangan kurikulum, sistem penjaminan mutu, serta peningkatan budaya riset dan publikasi ilmiah. Adapun di UNU Yogyakarta, perhatian diarahkan pada inovasi pembelajaran, implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), dan penguatan kompetensi lulusan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Melalui kegiatan ini, INHAFI Bawean berharap dapat mengadopsi berbagai inovasi dan praktik terbaik yang diperoleh selama benchmarking untuk diterapkan dalam pengelolaan institusi dan program studi. Langkah tersebut sejalan dengan visi kampus dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang unggul, kompetitif, berjiwa entrepreneurship, dan berkarakter pesantren.

Kegiatan benchmarking ini juga menjadi bukti nyata keseriusan INHAFI Bawean dalam membangun budaya akademik yang progresif, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas secara berkelanjutan demi mencetak lulusan yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.

Dua Karya Dosen HKI Resmi Terbit dalam Buku Nasional

HKI INHAFI NEWS – Kabar membanggakan kembali datang dari Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Syariah dan Bisnis Islam INHAFI Bawean. Komitmen para dosen dalam mengembangkan budaya akademik dan publikasi ilmiah terus menunjukkan hasil positif dengan terbitnya Dua karya Book chapter  yang ditulis oleh dosen-dosen Prodi HKI Yaitu buku Hukum Perdata Islam karya Yusmita, M.H, serta buku Hukum Perkawinan Islam karya M. Halilurrahman, M.H

Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa dosen HKI INHAFI tidak hanya aktif dalam kegiatan pengajaran dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan melalui publikasi karya ilmiah yang berkualitas. Terbitnya tiga chapter buku tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan produktivitas akademik sekaligus memperkuat reputasi institusi di tingkat nasional.

Ketiga karya chapter tersebut mengangkat berbagai tema strategis yang berkaitan dengan perkembangan hukum keluarga Islam, dinamika sosial keagamaan, serta isu-isu kontemporer yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Melalui karya tersebut, para dosen berupaya memberikan sumbangan pemikiran yang konstruktif bagi pengembangan keilmuan dan praktik hukum di Indonesia.

Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan semangat para dosen dalam menghasilkan karya ilmiah. Menurutnya, publikasi chapter buku merupakan salah satu indikator penting dalam penguatan budaya riset di lingkungan perguruan tinggi.

“Terbitnya Dua karya book chapter ini menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berkarya, melakukan penelitian, dan menghasilkan publikasi ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat serta dunia akademik,” ungkapnya.

Prestasi ini juga sejalan dengan visi INHAFI Bawean dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, kompetitif, berjiwa entrepreneurship, dan berkarakter pesantren. Keberhasilan dosen HKI dalam menerbitkan karya ilmiah diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk semakin aktif dalam kegiatan penelitian dan penulisan akademik.

Ke depan, Prodi Hukum Keluarga Islam INHAFI Bawean berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kualitas penelitian, publikasi ilmiah, dan kolaborasi akademik sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu hukum keluarga Islam di Indonesia.

Resmi Ditarik! Mahasiswa PKL HKI INHAFI Bawean Tinggalkan Jejak Positif di Pengadilan Agama Bawean

HKI INHAFI NEWS – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti prosesi penarikan mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) INHAFI Bawean di Pengadilan Agama Bawean. Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya masa pengabdian dan pembelajaran mahasiswa di lembaga peradilan agama Bawean.

Prosesi penarikan dilaksanakan secara resmi dan dihadiri oleh jajaran pimpinan Pengadilan Agama Bawean, Rektor INHAFI Bawean Dan dosen pembimbing lapangan, serta mahasiswa peserta PKL. Dalam sambutannya, perwakilan Pengadilan Agama Bawean menyampaikan apresiasi atas dedikasi, kedisiplinan, serta kontribusi aktif mahasiswa selama menjalani praktik.

“Mahasiswa PKL dari HKI INHAFI Bawean menunjukkan semangat belajar yang tinggi. Mereka tidak hanya mengamati, tetapi juga terlibat aktif dalam memahami administrasi perkara, pelayanan publik, hingga dinamika persidangan,” ungkap Wakil Ketua PA Bawean Choiruddin, S.HI  dalam sambutannya.

Selama masa PKL, mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung dalam proses administrasi perkara, pelayanan meja informasi, hingga pendampingan teknis yang berkaitan dengan hukum keluarga Islam. Momentum ini menjadi wadah strategis untuk mengintegrasikan teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan praktik nyata di lembaga peradilan.

Rektor INHAFI Bawean, H. Abdul Halim, Lc, M.H dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak Pengadilan Agama Bawean atas bimbingan dan kesempatan yang diberikan. Ia berharap kerja sama kelembagaan ini terus berlanjut dalam rangka meningkatkan kualitas lulusan yang profesional dan berintegritas.

“Kami berharap pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi mahasiswa untuk menjadi praktisi dan akademisi hukum keluarga Islam yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa mengaku bersyukur atas kesempatan belajar secara langsung di lingkungan peradilan agama. Mereka mengaku mendapatkan banyak pengalaman berharga, baik dari sisi teknis hukum maupun etika profesionalitas kerja.

Kegiatan penarikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi refleksi atas proses pembelajaran kontekstual yang telah dijalani mahasiswa. Diharapkan, sinergi antara Prodi HKI INHAFI Bawean dan Pengadilan Agama Bawean terus terjalin kuat demi mencetak generasi sarjana hukum Islam yang kompeten, adaptif, dan siap mengabdi untuk masyarakat Pulau Bawean.

Perkuat Mutu Prodi, Kaprodi HKI INHAFI Bawean Ikuti Workshop Akreditasi Nasional

HKI NEWS_Dalam rangka memperkuat mutu akademik dan strategi peningkatan akreditasi program studi, Kaprodi Hukum Keluarga Islam (HKI) INHAFI Bawean M. Halilurrahman, M.H mengikuti Workshop Akreditasi yang diselenggarakan oleh Asosiasi Program Studi Hukum Keluarga Islam (APHKI). Kegiatan berskala nasional ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat, 30 Januari 2026, pukul 13.30–15.30 WIB.

Workshop tersebut mengusung tema “Strategi Implementasi IAPS 5.1 dan SAPTO 2.0 untuk Peningkatan Peringkat Akreditasi Program Studi APHKI se-Indonesia”. Tema ini dinilai relevan dengan kebutuhan pengelola program studi dalam menghadapi kebijakan dan sistem akreditasi terbaru dari BAN-PT.

Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Slamet Wahyudi, M.T., anggota Dewan Eksekutif BAN-PT, sebagai narasumber utama yang memaparkan arah kebijakan akreditasi, teknik penyusunan dokumen IAPS 5.1, serta strategi optimal pemanfaatan SAPTO 2.0 guna mendorong peningkatan peringkat akreditasi program studi.

Workshop dipandu oleh Prof. Dr. Arne Huzaimah, S.Ag., M.Hum., asesor BAN-PT, yang bertindak sebagai moderator. Diskusi berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif para pimpinan dan pengelola Program Studi Hukum Keluarga Islam dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Keikutsertaan Kaprodi HKI INHAFI Bawean dalam workshop ini menjadi bagian dari komitmen institusi untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola akademik, penjaminan mutu, serta kesiapan program studi dalam menghadapi proses akreditasi secara profesional dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan Prodi HKI INHAFI Bawean mampu mengimplementasikan hasil workshop secara nyata dalam pengelolaan program studi, sehingga dapat mendorong tercapainya akreditasi yang lebih unggul dan berdaya saing nasional.

Perkuat Budaya Riset, Dosen Prodi HKI INHAFI Bawean Ikuti Sosialisasi Hibah dan Workshop Penelitian

HKI NEWS – Dalam rangka meningkatkan kualitas dan produktivitas penelitian dosen, Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) INHAFI Bawean turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan Transformasi Riset Perguruan Tinggi: Sosialisasi Hibah LPPM dan Penguatan Kompetensi Penelitian Dosen Menuju Riset Berkualitas, yang diselenggarakan pada Selasa (20/01/2026) di Auditorium Lantai 4 INHAFI Bawean.

Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi dosen Prodi HKI untuk memperkuat pemahaman terkait arah kebijakan riset kampus, skema hibah penelitian, serta peningkatan kapasitas dalam penyusunan proposal penelitian yang kompetitif dan berbasis kebutuhan masyarakat. Melalui kegiatan ini, para dosen Prodi HKI mendapatkan pembekalan langsung mengenai roadmap penelitian LPPM, mekanisme pengajuan hibah, serta teknis pembuatan dan optimalisasi akun Litapdimas sebagai sistem utama pengelolaan penelitian dosen di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam.

Rektor INHAFI Bawean, KH. Abdul Halim, Lc., MH, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran riset dalam pengembangan keilmuan hukum keluarga Islam yang kontekstual dan responsif terhadap dinamika sosial masyarakat. Penelitian dosen diharapkan tidak hanya memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan praktik hukum keluarga Islam di tengah masyarakat.

Kepala LPPM INHAFI Bawean, Ansharuddin, M.Pd.I, menyampaikan bahwa dosen Prodi HKI memiliki potensi besar dalam mengembangkan riset berbasis hukum keluarga Islam, baik dari perspektif normatif, empiris, maupun integrasi hukum Islam dan hukum positif. Oleh karena itu, penguatan kapasitas riset dosen menjadi agenda prioritas dalam mendukung peningkatan mutu prodi dan institusi.

Partisipasi aktif dosen Prodi HKI dalam kegiatan ini sejalan dengan komitmen program studi untuk mendorong lahirnya penelitian-penelitian unggulan yang relevan dengan isu-isu peradilan agama, mediasi keluarga, perlindungan hak perempuan dan anak, serta pengembangan hukum keluarga Islam berbasis kearifan lokal masyarakat kepulauan Bawean.

Melalui kegiatan ini, Prodi HKI INHAFI Bawean optimistis dapat meningkatkan kualitas luaran penelitian dosen, baik dalam bentuk publikasi ilmiah, buku ajar, maupun rekomendasi kebijakan yang berdampak bagi pengembangan keilmuan dan pengabdian kepada masyarakat.

Perkuat Akses Keadilan Masyarakat, LPBH Hasan Jufri Bawean Resmi Teken MoU dengan PA Bawean

HKI_NEWS — Komitmen dalam memperluas akses keadilan bagi masyarakat kembali ditegaskan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Lembaga Penasehatan dan Bantuan Hukum (LPBH) Hasan Jufri Bawean dengan Pengadilan Agama (PA) Bawean, khususnya dalam penguatan layanan Pos Bantuan Hukum (Posbakum), pada Jum’at 02 Januari 2026 Jam 09.30 wib Di Ruang Aula Pengadilan Agama Bawean

Penandatanganan MoU ini menjadi langkah strategis dalam membangun sinergi kelembagaan antara institusi peradilan dan lembaga bantuan hukum, guna memastikan masyarakat, khususnya kelompok kurang mampu, memperoleh layanan hukum yang mudah diakses, profesional, dan berkeadilan.

Dekan Fakultas Syariah Dan Bantuan Hukum dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat serta implementasi nilai-nilai keadilan sosial dan hukum Islam. Melalui Posbakum, masyarakat diharapkan dapat memperoleh pendampingan hukum, konsultasi, hingga bantuan penyusunan dokumen perkara secara optimal.

Sementara itu, Ketua Pengadilan Agama Bawean, Moh. Luthfi Amin, S.HI menyambut baik kerja sama tersebut dan menegaskan pentingnya peran Posbakum sebagai garda terdepan pelayanan hukum di lingkungan peradilan agama. Kehadiran LPBH Hasan Jufri Bawean dinilai mampu memperkuat kualitas layanan hukum yang responsif, humanis, dan sesuai dengan kebutuhan pencari keadilan.

Ruang lingkup MoU ini meliputi penyelenggaraan layanan Posbakum, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, edukasi dan penyuluhan hukum kepada masyarakat, serta penguatan kolaborasi dalam bidang hukum keluarga Islam dan peradilan agama.

Dengan terjalinnya kerja sama ini, LPBH Hasan Jufri Bawean dan PA Bawean menegaskan komitmen bersama untuk menghadirkan sistem peradilan yang inklusif, berintegritas, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas. Penandatanganan MoU ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan pelayanan hukum yang berkeadilan dan berkelanjutan di Pulau Bawean.

Kuliah Tamu membahas Peran Filantropi Islam dalam Ekonomi Syariah Berkelanjutan

HKI NEWS_ Fakultas Syariah dan Bisnis Islam (FASBI) INHAFI Bawean  menyelenggarakan kegiatan Kuliah Tamu dengan tema “Kolaborasi Kampus dan Filantropi Islam dalam Mewujudkan Ekonomi Syariah yang Berkelanjutan”. Kegiatan ini menghadirkan H. Ahmad Fauzi Qosim, MA, MM sebagai pemateri utama, yang dikenal sebagai praktisi dan akademisi di bidang ekonomi dan filantropi Islam Dan Juga Sebagai Seketaris Dewan Syariat  Dompet Dhuafa,

Kuliah tamu ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya fakultas dalam memperkaya wawasan keilmuan mahasiswa, khususnya terkait peran strategis filantropi Islam—seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf—dalam mendukung pembangunan ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan. Kegiatan ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa Fakultas Syariah Dan Bisnis Islam dengan antusiasme tinggi.

Dalam pemaparannya, H. Ahmad Fauzi Qosim menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga filantropi Islam. Menurutnya, kampus tidak hanya berperan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang mampu melahirkan gagasan, riset, dan praktik nyata dalam pengelolaan filantropi Islam secara profesional dan berdampak luas bagi masyarakat.

Beliau juga menjelaskan bahwa ekonomi syariah yang berkelanjutan membutuhkan kolaborasi multipihak, termasuk akademisi, praktisi, pemerintah, dan masyarakat. Kampus memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, serta memiliki kepekaan sosial dalam mengelola dan mengembangkan ekonomi syariah.

Melalui kegiatan kuliah tamu ini, Fakultas Syariah dan Bisnis Islam berharap mahasiswa tidak hanya memahami konsep ekonomi syariah secara teoritis, tetapi juga mampu melihat peluang implementasi filantropi Islam sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen fakultas dalam memperkuat jejaring kolaborasi dan kontribusi nyata bagi pengembangan ekonomi syariah yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Fakultas Syariah dan Bisnis Islam INHAFI Bawean Gelar Rapat Perdana: Mantapkan Arah dan Program Kerja Prodi

Fakultas Syariah dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Hasan Jufri  (INHAFI) Bawean menyelenggarakan rapat perdana sebagai langkah awal dalam memantapkan arah pengembangan fakultas serta merancang program kerja strategis untuk tahun akademik mendatang. Kegiatan ini berlangsung di ruang pertemuan kampus dan dihadiri oleh dekan, para wakil dekan, ketua program studi, dosen Tetap.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Syariah dan Bisnis Islam, Masruha, M.H menegaskan pentingnya konsolidasi sejak awal sebagai fondasi bagi kemajuan fakultas yang baru dibentuk ini. Ia menekankan bahwa keselarasan visi, kerja kolaboratif, dan komitmen semua pihak menjadi kunci tercapainya tata kelola fakultas yang profesional dan berkualitas.

Rapat tersebut membahas beberapa agenda utama, antara lain penyusunan struktur organisasi fakultas, perencanaan kurikulum  dan Penerimaan Mahasiswa Baru Tiap Prodi serta penguatan kualitas layanan akademik, serta pembangunan iklim kerja yang produktif dan harmonis. Selain itu, pembagian tugas dosen, serta rencana implementasi kegiatan tridharma juga menjadi fokus pembahasan.

Dalam diskusi, para dosen memberikan masukan mengenai pengembangan prodi, penguatan kompetensi mahasiswa, serta potensi kerja sama eksternal yang dapat mendukung peningkatan kualitas akademik dan lulusan. Rapat juga menyoroti pentingnya integrasi nilai-nilai moderasi beragama, etika kepemimpinan, dan inovasi digital dalam seluruh kegiatan fakultas.

Dekan berharap rapat perdana ini dapat menjadi titik awal yang kuat untuk menjadikan Fakultas Syariah dan Bisnis Islam INHAFI Bawean sebagai pusat pendidikan dan kajian yang unggul, modern, serta relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia profesi. Ia juga mengajak seluruh civitas akademika untuk saling bersinergi dan membangun budaya kerja yang visioner, disiplin, dan solutif.

Rapat ditutup dengan penyusunan kesepakatan awal dan pembagian tugas tindak lanjut, sebagai langkah konkret untuk memastikan seluruh rencana dapat direalisasikan secara bertahap dan terukur. Pertemuan ini sekaligus menjadi momentum penting bagi fakultas dalam meneguhkan eksistensi dan komitmennya terhadap kemajuan pendidikan syariah dan bisnis Islam di Bawean dan sekitarnya.

18 Mahasiswa HKI INHAFI Bawean Ikuti Yudisium ke-12

Bawean, 27 September 2025— Sebanyak 18 mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam Institut Agama Islam Hasan Jufri (INHAFI) Bawean, telah resmi menyelesaikan pendidikan mereka dan mengikuti prosesi yudisium yang digelar pada Sabtu, 27 September 2025 di Aula Hasan Jufri. Kegiatan ini menandai perjalanan akhir mereka sebagai mahasiswa dan pembukaan jalan menuju dunia profesional.

Acara yudisium yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh berbagai pihak Mulai Pimpinan,Tamu Undangan Dan Dosen Semua Prodi . Acara dimulai dengan sambutan dari Rektor INHAFI Bawean , yang menyampaikan apresiasi atas perjuangan dan dedikasi para mahasiswa dalam menyelesaikan studi mereka.

“Yudisium ini bukan hanya sebagai tanda kelulusan, tetapi juga sebagai simbol kesiapan para lulusan untuk mengabdikan diri dalam bidang hukum keluarga Islam yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Kami berharap para lulusan ini bisa memberi kontribusi besar dalam memperkuat sistem hukum keluarga di Indonesia,” ujar H. Abdul Halim, Lc, M.H.

Dalam kesempatan yang sama, Perwakilan Mahasiswa Dari Prodi HKI, Asiyah juga menyampaikan harapan besar kepada Mahasiswa yang yudisium. “Kami ingin agar kalian terus mengembangkan diri dan tetap menjaga komitmen terhadap ilmu yang telah didapatkan. Dunia  membutuhkan tenaga-tenaga profesional yang tidak hanya kompeten tetapi juga memiliki integritas tinggi dalam setiap langkah,” tegasnya.

Salah satu momen yang menyentuh adalah penyerahan piagam penghargaan kepada mahasiswa dengan prestasi terbaik Dari Prodi HKI, yakni Asiyah, yang berhasil meraih IPK tertinggi dengan nilai 3.87. “Ini adalah hasil dari kerja keras dan doa, saya bersyukur bisa lulus dengan baik dan akan berusaha terus mengembangkan ilmu yang telah saya pelajari,” ungkap Asiyah dengan penuh haru.

Yudisium kali ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi seluruh civitas akademika INHAFI Bawean. Setelah acara formal, diadakan acara ramah tamah dan foto bersama sebagai kenang-kenangan. Para lulusan pun diberi pesan untuk terus berkontribusi dalam bidang masing-masing di masyarakat.

Acara ini juga diwarnai dengan harapan akan adanya kolaborasi lebih lanjut antara INHAFI Bawean dan berbagai lembaga terkait untuk memberikan pelatihan dan pengembangan lebih lanjut bagi para lulusan, guna mempersiapkan mereka menghadapi tantangan dunia profesional yang semakin kompleks.

Dengan selesainya yudisium ini, para lulusan Program Studi Hukum Keluarga Islam INHAFI Bawean siap untuk menapaki jenjang baru dalam karier mereka, sekaligus mewujudkan visi untuk memberikan kontribusi positif dalam perkembangan hukum keluarga Islam di Indonesia.

Tingkatkan Kompetensi Pendidik Profesional, Tiga Dosen Prodi HKI IAI Hasan Jufri Bawean Ikuti PKDP PTP UIN Sunan Ampel Surabaya Tahun 2025

Surabaya, 25 Juli 2025 — Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya sukses menggelar kegiatan Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) sebagai bagian dari komitmen untuk memperkuat kapasitas akademik dan profesional dosen Pemula. Prodi HKI IAI Hasan Jufri Bawean berhasil mengirimkan 3 dosen terbaiknya untuk mengikuti program tersebut yakni M. Halilurrahman, M,H, Masruha, S.Sy, M.H Dan Abdul wahid, S.Hum, M.Us.

Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid selama dua pekan ini yakni dari tanggal 21 Juli – 05 Agustus 2025 yang terbagi menjadi tiga batch berlangsung di Ballroom Hotel Greensa Surabaya dan diikuti oleh ratusan dosen Pemula dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di  Hotel Greensa Surabaya Jawa Timur. Program ini bertujuan untuk membekali para dosen pemula dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, terutama dalam pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Ketua Pelaksana PKDP PTP UIN Sunan Ampel Surabaya, Dr. Ahmad Fauzi, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah membekali Dosen Pemula Dalam Proses Menjadi Dosen yang Profesional.

Program ini menghadirkan narasumber dari kalangan pakar pendidikan tinggi, dosen senior dan praktisi penjaminan mutu. Materi yang disampaikan meliputi Moderasi Beragama, Jenjang Karir Dosen dan Perencanaan Pembelajaran, Model dan Strategi Pembelajaran, Evaluasi Pembelajaran, Selain itu, peserta juga mengikuti materi  Penulisan dan Publikasi Ilmiah, Penguatan Moderasi Beragama, Karir dan Jabatan Dosen.

Salah satu peserta, M. Halilurrahman., M.H., mengungkapkan bahwa pelatihan ini sangat membantu dirinya dalam mempersiapkan proses perkuliahan.“Saya merasa lebih percaya diri dalam menyusun RPS, merancang pembelajaran aktif, dan menyesuaikan diri dengan dinamika dunia akademik,” ujarnya.

Kepala LPM UINSA Surabaya, Dr. Ali Mustofa, M.Pd, yang turut hadir dalam pembukaan acara, memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini. Beliau menegaskan bahwa dosen pemula adalah aset penting dalam masa depan institusi.“Peningkatan kualitas dosen adalah investasi jangka panjang. Melalui PKDP ini, kita mempersiapkan generasi akademisi yang unggul, profesional, dan berintegritas,” tuturnya.

Dengan terselenggaranya kegiatan PKDP ini, diharapkan para dosen pemula dapat segera menerapkan ilmu yang didapat dalam proses belajar mengajar serta turut aktif dalam pengembangan akademik dan kelembagaan kampus Masing-Masing