13 Mahasiswa HKI Ukir Momen Istimewa di Yudisium ke-13

HKI NEWS — Sebanyak 13 mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI), Fakultas Syariah dan Bisnis Islam (FASBI), Institut Agama Islam Hasan Jufri (INHAFI) Bawean, resmi mengikuti Yudisium ke-13 yang diselenggarakan pada Sabtu, 29 Agustus 2026, bertempat di Aula PPS Hasan Jufri Bawean.

Yudisium ke-13 menjadi momentum istimewa bagi 13 mahasiswa HKI yang telah berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan akademiknya. Setelah melalui proses perkuliahan, penelitian, penyusunan tugas akhir, hingga ujian akhir, para mahasiswa akhirnya sampai pada salah satu titik penting dalam perjalanan akademik mereka.

Kebahagiaan semakin terasa bagi keluarga besar Prodi HKI setelah Ahmad Asrari berhasil meraih predikat sebagai Yudisium Terbaik dengan capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,79. Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Prodi HKI FASBI INHAFI Bawean. Capaian Ahmad Asrari sekaligus menjadi bukti bahwa kerja keras, kedisiplinan, ketekunan, dan kesungguhan dalam menjalani proses pendidikan dapat menghasilkan prestasi akademik yang membanggakan.

Yudisium bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari fase baru yang penuh tantangan dan peluang. Para lulusan HKI diharapkan mampu membawa ilmu hukum keluarga Islam yang telah diperoleh selama masa perkuliahan untuk memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

Sebagai lulusan Hukum Keluarga Islam, mereka memiliki bekal keilmuan yang tidak hanya berkaitan dengan aspek hukum keluarga, tetapi juga nilai-nilai keislaman, keadilan, kemaslahatan, serta kemampuan untuk memahami berbagai persoalan keluarga yang berkembang di masyarakat.

Momentum Yudisium ke-13 ini juga menjadi refleksi bagi Prodi HKI untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan menghasilkan lulusan yang kompeten, berintegritas, profesional, serta memiliki kepedulian terhadap persoalan hukum keluarga di masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan seperti Pulau Bawean.

Kaprodi HKI menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada seluruh mahasiswa yang telah menyelesaikan studi. Prestasi yang diraih Ahmad Asrari diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa HKI lainnya untuk terus berprestasi dan menyelesaikan pendidikan dengan sebaik-baiknya.

Selamat kepada 13 mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam atas keberhasilan mengikuti Yudisium ke-13 INHAFI Bawean. Selamat dan sukses kepada Ahmad Asrari atas pencapaian sebagai Yudisium Terbaik dengan IPK 3,79. Gelar adalah pencapaian, tetapi ilmu, integritas, dan pengabdian adalah perjalanan sesungguhnya.

Semoga seluruh lulusan HKI mampu melangkah dengan penuh percaya diri, mengamalkan ilmu, menjaga nama baik almamater, serta menjadi insan yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, agama, dan bangsa.

Membanggakan! 3 Dosen HKI FASBI INHAFI Bawean Resmi Raih Sertifikat Pendidik Profesional

HKI_NEWS — Kabar membanggakan datang dari Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI), Fakultas Syariah dan Bisnis Islam (FASBI), Institut Agama Islam Hasan Jufri (INHAFI) Bawean. Tiga dosen Program Studi HKI berhasil menerima Sertifikat Pendidik Profesional (Serdos) sebagai bentuk pengakuan atas kompetensi dan profesionalitas mereka sebagai pendidik di lingkungan perguruan tinggi.

Ketiga dosen tersebut adalah Masruha, S.Sy, MH., M. Halilurrahman, M.H, dan Abdul Wahid, M.Us Perolehan sertifikat pendidik profesional ini menjadi capaian penting bagi ketiganya sekaligus menjadi kebanggaan bagi Program Studi HKI dan FASBI INHAFI Bawean.

Sertifikat pendidik merupakan salah satu bentuk pengakuan profesional terhadap dosen yang telah memenuhi berbagai persyaratan kompetensi sebagai pendidik pada jenjang pendidikan tinggi. Pencapaian tersebut menunjukkan adanya komitmen dosen untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, kompetensi akademik, serta profesionalitas dalam menjalankan tugas tridarma perguruan tinggi.

Bagi Program Studi HKI FASBI INHAFI Bawean, bertambahnya dosen yang memperoleh sertifikat pendidik profesional menjadi momentum positif dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia. Hal ini juga menjadi bagian penting dalam upaya mewujudkan tata kelola pendidikan tinggi yang semakin profesional, berkualitas, dan berorientasi pada peningkatan mutu lulusan.

Keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi pencapaian personal bagi ketiga dosen, tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan institusi. Kompetensi dan pengalaman akademik para dosen diharapkan semakin memperkuat proses pembelajaran di Program Studi HKI serta memberikan dampak terhadap pengembangan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Capaian ini sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh dosen di lingkungan FASBI INHAFI Bawean untuk terus meningkatkan kompetensi dan profesionalitas. Dengan semakin banyaknya dosen yang memiliki sertifikat pendidik profesional, diharapkan kualitas akademik dan layanan pendidikan di INHAFI Bawean dapat terus berkembang.

Perkuat Budaya Mutu, Prodi HKI INHAFI Bawean Ikuti Audit Mutu Internal Tahun 2026

Bawean, 29 Juli 2026 — Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Syariah dan Bisnis Islam (FASBI) Institut Agama Islam Hasan Jufri (INHAFI) Bawean mengikuti pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) INHAFI Bawean, Rabu (29/7/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai tersebut merupakan bagian dari implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) melalui siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP). Pelaksanaan AMI diarahkan untuk memastikan ketercapaian standar mutu yang telah ditetapkan oleh Institut Agama Islam Hasan Jufri Bawean

Dalam pelaksanaan AMI Tahun 2026, Prodi HKI bertempat di Ruang FASBI dengan tim auditor Yanuar Intan P., S.Si., M.Pd. dan Fauziyah, S.E., M.H. Sementara itu, audit juga dilaksanakan pada Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HESy) dan Program Studi Perbankan Syariah (PS) di ruang yang telah ditentukan. Prodi HKI bersama tim telah mempersiapkan berbagai data, dokumen, serta informasi yang diperlukan dalam proses audit. Berdasarkan ketentuan pelaksanaan, auditee diwajibkan menyiapkan soft file dokumen pendukung dan bukti keterlaksanaan Standar Mutu sebelum audit dimulai. Ketua Program Studi beserta tim juga diharapkan mendampingi seluruh proses audit hingga selesai.

Proses audit mencakup pemeriksaan dokumen, wawancara, dan verifikasi bukti berdasarkan Instrumen Audit Mutu Internal (AMI) Tahun 2026. Mekanisme tersebut menjadi bagian penting dalam mengukur kesesuaian antara standar yang telah ditetapkan dengan pelaksanaan di tingkat program studi.

Pelaksanaan AMI tidak semata-mata dipandang sebagai kegiatan pemeriksaan administratif, tetapi menjadi bagian strategis dalam membangun budaya mutu dan perbaikan berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi. Melalui proses evaluasi yang sistematis, hasil AMI diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai capaian, kesesuaian, serta aspek-aspek yang masih perlu ditingkatkan oleh Program Studi HKI. Hal ini sejalan dengan tujuan pelaksanaan AMI sebagai bagian dari SPMI untuk memastikan ketercapaian standar mutu INHAFI Bawean.

Ami 2026

Komitmen tersebut juga menjadi bagian dari upaya Prodi HKI FASBI INHAFI Bawean dalam meningkatkan kualitas tata kelola, pelayanan akademik, dokumentasi, serta pelaksanaan pendidikan yang berorientasi pada peningkatan mutu secara berkelanjutan. Dengan terlaksananya Audit Mutu Internal Tahun 2026, Prodi Hukum Keluarga Islam diharapkan semakin mampu melakukan evaluasi secara objektif terhadap berbagai aspek penyelenggaraan program studi. Hasil audit nantinya dapat menjadi pijakan untuk melakukan pengendalian dan tindak lanjut perbaikan, sehingga budaya mutu tidak berhenti pada pemenuhan dokumen, tetapi benar-benar menjadi bagian dari tata kelola dan aktivitas akademik sehari-hari.

Benchmarking Tiga Kampus Ternama, Kaprodi HKI Perkuat Inovasi dan Mutu Pendidikan

HKI NEWS – Dalam upaya meningkatkan kualitas tata kelola akademik dan pengembangan Program Studi, Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Syariah dan Bisnis Islam INHAFI Bawean mengikuti kegiatan benchmarking kelembagaan yang diselenggarakan oleh Institut Agama Islam Hasan Jufri (INHAFI) Bawean ke tiga perguruan tinggi terkemuka, yakni Universitas Islam Darul Ulum (UNISDA) Lamongan, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta.

Kegiatan benchmarking ini menjadi bagian dari komitmen INHAFI Bawean dalam memperkuat mutu pendidikan tinggi, meningkatkan kualitas layanan akademik, serta mempersiapkan program studi yang adaptif terhadap perkembangan dunia pendidikan dan kebutuhan masyarakat.

Rombongan INHAFI Bawean mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi secara langsung dengan para pimpinan fakultas, ketua program studi, serta pengelola lembaga penjaminan mutu di masing-masing kampus tujuan. Berbagai praktik baik (best practices) terkait pengelolaan program studi, pengembangan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), peningkatan akreditasi, penguatan penelitian dan publikasi ilmiah, hingga pengelolaan kerja sama internasional menjadi fokus utama dalam kegiatan tersebut.

Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam INHAFI Bawean menyampaikan bahwa benchmarking bukan sekadar kunjungan akademik, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran dan pertukaran pengalaman untuk memperkuat daya saing program studi.

“Kami memperoleh banyak wawasan dan pengalaman berharga dari kampus-kampus yang telah memiliki berbagai prestasi akademik. Hasil benchmarking ini akan menjadi bahan evaluasi dan pengembangan Prodi HKI agar semakin unggul, kompetitif, dan mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya.

Di UNISDA Lamongan, rombongan mempelajari strategi penguatan tata kelola program studi dan pengembangan jejaring kerja sama kelembagaan. Sementara di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, diskusi difokuskan pada pengembangan kurikulum, sistem penjaminan mutu, serta peningkatan budaya riset dan publikasi ilmiah. Adapun di UNU Yogyakarta, perhatian diarahkan pada inovasi pembelajaran, implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), dan penguatan kompetensi lulusan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Melalui kegiatan ini, INHAFI Bawean berharap dapat mengadopsi berbagai inovasi dan praktik terbaik yang diperoleh selama benchmarking untuk diterapkan dalam pengelolaan institusi dan program studi. Langkah tersebut sejalan dengan visi kampus dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang unggul, kompetitif, berjiwa entrepreneurship, dan berkarakter pesantren.

Kegiatan benchmarking ini juga menjadi bukti nyata keseriusan INHAFI Bawean dalam membangun budaya akademik yang progresif, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas secara berkelanjutan demi mencetak lulusan yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.

Resmi Ditarik! Mahasiswa PKL HKI INHAFI Bawean Tinggalkan Jejak Positif di Pengadilan Agama Bawean

HKI INHAFI NEWS – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti prosesi penarikan mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) INHAFI Bawean di Pengadilan Agama Bawean. Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya masa pengabdian dan pembelajaran mahasiswa di lembaga peradilan agama Bawean.

Prosesi penarikan dilaksanakan secara resmi dan dihadiri oleh jajaran pimpinan Pengadilan Agama Bawean, Rektor INHAFI Bawean Dan dosen pembimbing lapangan, serta mahasiswa peserta PKL. Dalam sambutannya, perwakilan Pengadilan Agama Bawean menyampaikan apresiasi atas dedikasi, kedisiplinan, serta kontribusi aktif mahasiswa selama menjalani praktik.

“Mahasiswa PKL dari HKI INHAFI Bawean menunjukkan semangat belajar yang tinggi. Mereka tidak hanya mengamati, tetapi juga terlibat aktif dalam memahami administrasi perkara, pelayanan publik, hingga dinamika persidangan,” ungkap Wakil Ketua PA Bawean Choiruddin, S.HI  dalam sambutannya.

Selama masa PKL, mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung dalam proses administrasi perkara, pelayanan meja informasi, hingga pendampingan teknis yang berkaitan dengan hukum keluarga Islam. Momentum ini menjadi wadah strategis untuk mengintegrasikan teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan praktik nyata di lembaga peradilan.

Rektor INHAFI Bawean, H. Abdul Halim, Lc, M.H dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak Pengadilan Agama Bawean atas bimbingan dan kesempatan yang diberikan. Ia berharap kerja sama kelembagaan ini terus berlanjut dalam rangka meningkatkan kualitas lulusan yang profesional dan berintegritas.

“Kami berharap pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi mahasiswa untuk menjadi praktisi dan akademisi hukum keluarga Islam yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa mengaku bersyukur atas kesempatan belajar secara langsung di lingkungan peradilan agama. Mereka mengaku mendapatkan banyak pengalaman berharga, baik dari sisi teknis hukum maupun etika profesionalitas kerja.

Kegiatan penarikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi refleksi atas proses pembelajaran kontekstual yang telah dijalani mahasiswa. Diharapkan, sinergi antara Prodi HKI INHAFI Bawean dan Pengadilan Agama Bawean terus terjalin kuat demi mencetak generasi sarjana hukum Islam yang kompeten, adaptif, dan siap mengabdi untuk masyarakat Pulau Bawean.

Perkuat Mutu Prodi, Kaprodi HKI INHAFI Bawean Ikuti Workshop Akreditasi Nasional

HKI NEWS_Dalam rangka memperkuat mutu akademik dan strategi peningkatan akreditasi program studi, Kaprodi Hukum Keluarga Islam (HKI) INHAFI Bawean M. Halilurrahman, M.H mengikuti Workshop Akreditasi yang diselenggarakan oleh Asosiasi Program Studi Hukum Keluarga Islam (APHKI). Kegiatan berskala nasional ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat, 30 Januari 2026, pukul 13.30–15.30 WIB.

Workshop tersebut mengusung tema “Strategi Implementasi IAPS 5.1 dan SAPTO 2.0 untuk Peningkatan Peringkat Akreditasi Program Studi APHKI se-Indonesia”. Tema ini dinilai relevan dengan kebutuhan pengelola program studi dalam menghadapi kebijakan dan sistem akreditasi terbaru dari BAN-PT.

Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Slamet Wahyudi, M.T., anggota Dewan Eksekutif BAN-PT, sebagai narasumber utama yang memaparkan arah kebijakan akreditasi, teknik penyusunan dokumen IAPS 5.1, serta strategi optimal pemanfaatan SAPTO 2.0 guna mendorong peningkatan peringkat akreditasi program studi.

Workshop dipandu oleh Prof. Dr. Arne Huzaimah, S.Ag., M.Hum., asesor BAN-PT, yang bertindak sebagai moderator. Diskusi berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif para pimpinan dan pengelola Program Studi Hukum Keluarga Islam dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Keikutsertaan Kaprodi HKI INHAFI Bawean dalam workshop ini menjadi bagian dari komitmen institusi untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola akademik, penjaminan mutu, serta kesiapan program studi dalam menghadapi proses akreditasi secara profesional dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan Prodi HKI INHAFI Bawean mampu mengimplementasikan hasil workshop secara nyata dalam pengelolaan program studi, sehingga dapat mendorong tercapainya akreditasi yang lebih unggul dan berdaya saing nasional.

Fakultas Syariah dan Bisnis Islam INHAFI Bawean Gelar Rapat Perdana: Mantapkan Arah dan Program Kerja Prodi

Fakultas Syariah dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Hasan Jufri  (INHAFI) Bawean menyelenggarakan rapat perdana sebagai langkah awal dalam memantapkan arah pengembangan fakultas serta merancang program kerja strategis untuk tahun akademik mendatang. Kegiatan ini berlangsung di ruang pertemuan kampus dan dihadiri oleh dekan, para wakil dekan, ketua program studi, dosen Tetap.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Syariah dan Bisnis Islam, Masruha, M.H menegaskan pentingnya konsolidasi sejak awal sebagai fondasi bagi kemajuan fakultas yang baru dibentuk ini. Ia menekankan bahwa keselarasan visi, kerja kolaboratif, dan komitmen semua pihak menjadi kunci tercapainya tata kelola fakultas yang profesional dan berkualitas.

Rapat tersebut membahas beberapa agenda utama, antara lain penyusunan struktur organisasi fakultas, perencanaan kurikulum  dan Penerimaan Mahasiswa Baru Tiap Prodi serta penguatan kualitas layanan akademik, serta pembangunan iklim kerja yang produktif dan harmonis. Selain itu, pembagian tugas dosen, serta rencana implementasi kegiatan tridharma juga menjadi fokus pembahasan.

Dalam diskusi, para dosen memberikan masukan mengenai pengembangan prodi, penguatan kompetensi mahasiswa, serta potensi kerja sama eksternal yang dapat mendukung peningkatan kualitas akademik dan lulusan. Rapat juga menyoroti pentingnya integrasi nilai-nilai moderasi beragama, etika kepemimpinan, dan inovasi digital dalam seluruh kegiatan fakultas.

Dekan berharap rapat perdana ini dapat menjadi titik awal yang kuat untuk menjadikan Fakultas Syariah dan Bisnis Islam INHAFI Bawean sebagai pusat pendidikan dan kajian yang unggul, modern, serta relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia profesi. Ia juga mengajak seluruh civitas akademika untuk saling bersinergi dan membangun budaya kerja yang visioner, disiplin, dan solutif.

Rapat ditutup dengan penyusunan kesepakatan awal dan pembagian tugas tindak lanjut, sebagai langkah konkret untuk memastikan seluruh rencana dapat direalisasikan secara bertahap dan terukur. Pertemuan ini sekaligus menjadi momentum penting bagi fakultas dalam meneguhkan eksistensi dan komitmennya terhadap kemajuan pendidikan syariah dan bisnis Islam di Bawean dan sekitarnya.

PENYERAHAN MAHASISWA PKL HKI STAIHA BAWEAN KEPADA PENGADILAN AGAMA BAWEAN

HKISTAIHANEWS – Program studi Hukum Keluarga Islam  STAIAHA Bawean Tahun Akademik 2024 -2025, telah melakukan penyerahan Mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) Di Pengadilan Agama Bawean

Penyerahan Mahasiswa PKL yang berjumlah 6 orang ini diserahkan langsung secara simbolis oleh Kaprodi HKI Sekaligus Dosen Pembimbing lapangan (DPL) M. Halilurrahman, M.H kepada Ketua Pengadilan Agama Bawean Moh. Luthfi Amin, S.HI Bertempat di ruangan Sidang Pengadilan Agama Bawean, Senin 13 Januari 2025.

Kaprodi HKI Sekaligus Dosen Pembimbing lapangan (DPL) M. Halilurrahman, M.H katakan pihaknya sangat berharap keluarga Besar Pengadilan Agama Bawean dapat Membimbing dan Mengarahkan para Mahasiswa Peserta PKL ini selama PKL di Pengadilan Agama Bawean selama 1 Bulan Mulai Tanggal 13 januari sampai 15 Februarui 2025.

“Jadi kami mohon kepada Bapak/Ibu Pimpinan serta staf di pengadilan agama Bawean mampu membimbing dan mengarahkan mahasiswa kami untuk melaksanakan PKL disini dengan sebaik-baiknya”,ungkapnya beliau

Lebih lanjut Halil berpesan kepada mahasiswa PKL Prodi HKI 2025 inio menjaga betul almamater kampus serta mampu beradaptasi dan mentaati aturan-aturan yang ada di tempat PKL ini

Sosialisasi Visi dan Misi Prodi serta Kegiatan Outbond Keluarga Prodi HKI STAIHA Bawean

HKISTAIHANEWS,- Program Studi Hekum Keluarga Islam (HKI) STAIHA Bawean mengadakan kegiatan sosialisasi visi dan misi serta Kegiatan Outbond Keluarga Besar HKI STAIHA Bawean yang terdiri dari Dosen Tetap, ALumni serta Mahasiswa Tiap Angkatan. Kegiatan ini diadakan untuk memberikan wawasan mendalam kepada mahasiswa segenap stakeholder tentang arah dan tujuan program studi. Kegiatan sosialisasi dan Ountbond tersebut fokus pada tujuan akademis, nilai-nilai fundamental, prioritas utama, dan rencana pengembangan yang diusung serta nilai kerjasama dan Kekompakan serta kepemimpinan. Dengan tujuan mendorong pemahaman yang lebih baik tentang peran penting Hukum Keluarga Islam dalam konteks Hukum sekarang.

Kaprodi HKI STAIHA Bawean Dalam Sambutannya menyampaikan, ” kami akan mengajak peserta dalam perjalanan pengenalan mendalam visi dan misi merupakan tahapan krusial dalam memperkuat identitas dan arah Prodi Hukum Keluarga Islam . Di STAIHA Bawean, sosialisasi visi dan misi tidak hanya menjadi agenda formal, tetapi juga menjadi bagian dari budaya akademik yang mengakar kuat dalam setiap jenjang pendidikan. Para civitas akademika, terutama dalam Program Studi Hukum Keluarga Islam , secara aktif terlibat dalam proses sosialisasi ini. Mereka tidak hanya mendengarkan secara pasif, tetapi juga berpartisipasi aktif dalam diskusi, seminar, dan kegiatan lain yang bertujuan untuk mendalami serta memahami secara mendalam visi dan misi tersebut. Ujar Beliau

Ketua Hima HKI yang juga pelaksana Kegiatan ini, Moh. Anwar, menyampaikan bahwa sesuai Intruksi dari Kaprodi HKI bahwa kegiatan sosialisasi Visi, Misi, Tujuan, dan kegiatan Outbond ini sangat penting untuk dilakukan karena visi dari program studi merupakan visi keilmuan. Tujuan dari sosialisasi ini yaitu untuk memperkenalkan visi keilmuan program studi kepada stakeholder termasuk dosen dan mahasiswa serta mitra kerjasama yang dilakukan oleh program studi sehingga visi misi tersebut dapat dikenal lebih mendalam. Disamping itu sebagai kegiatan tambahan yang tak kalah penting adalah kegiatan outbond untuk meningkatkan sikap kerjasama, kepemimpinan serta rasa persaudaraan diantara keluarga Besar Prodi Hukum Keluarga Islam.

MAHASISWA HKI STAIHA BAWEAN MELAKUKAN OBSERVASI DI PENGADILAN AGAMA BAWEAN

HKISTAIHA NEWS, Kamis, 09 Jabnuari 2025  Mahasiswa Prodi HKI STAIHA Bawean dengan didampingi Dosen Pembimbing M. Halilurrahman, M.H. Melakukan Observasi Awal Ke Pengadilan Agama Bawean. Tapat Jam 09.00 WIB Mahasiswa dan Dosen Sudah berkumpul di Depan Pengadilan Agama Bawean dan diterima oleh Seketaris Pengadilan Agama Bawean Ali Mahfud, S.HI. mewakili Ketua Pengadilan Agama Bawean. 

ALi Mahfud, S.HI selain menerima mahasiswa juga memberikan pengarahan kepada para mahasiswa beliau menjelaskan secara singkat mengenai bagaimana prosedur persidangan di Pengadilan Agama Bawean kemudian menjelaskan sebelum melaksanakan persidangan wajib mengadakan perdamaian atau Mediasi serta terakhir beliau menjelaskan secara umum tatacara persidangan menurut Hukum Perdata yang berlaku di Pengadilan Agama Bawean. Disamping itu Beliau Juga Memberikan Motivasi dan Tips Untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Mahkamah Agung.

Mahasiswa HKI STAIHA Bawean mengunjungi Kantor Pengadilan Agama Bawean dalam rangka melaksanakan Observasi Pendahuluan Tempat Praktek Kerja Lapangan Yaitu  di Pengadilan Agama Bawean yang merupakan salah satu Matakuliah yang wajib di ikuti oleh seluruh mahasiswa HKI STAIHA Bawean. Hal ini digunakan dalam rangka mematangkan hal-hal teknis ketika PKL berlangsung. PKL Mahasiswa HKI ini berlangsung Mulai tanggal 13 Januari Sampai tanggal 15 Februari 2025.