Benchmarking Tiga Kampus Ternama, Kaprodi HKI Perkuat Inovasi dan Mutu Pendidikan

HKI NEWS – Dalam upaya meningkatkan kualitas tata kelola akademik dan pengembangan Program Studi, Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Syariah dan Bisnis Islam INHAFI Bawean mengikuti kegiatan benchmarking kelembagaan yang diselenggarakan oleh Institut Agama Islam Hasan Jufri (INHAFI) Bawean ke tiga perguruan tinggi terkemuka, yakni Universitas Islam Darul Ulum (UNISDA) Lamongan, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta.

Kegiatan benchmarking ini menjadi bagian dari komitmen INHAFI Bawean dalam memperkuat mutu pendidikan tinggi, meningkatkan kualitas layanan akademik, serta mempersiapkan program studi yang adaptif terhadap perkembangan dunia pendidikan dan kebutuhan masyarakat.

Rombongan INHAFI Bawean mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi secara langsung dengan para pimpinan fakultas, ketua program studi, serta pengelola lembaga penjaminan mutu di masing-masing kampus tujuan. Berbagai praktik baik (best practices) terkait pengelolaan program studi, pengembangan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), peningkatan akreditasi, penguatan penelitian dan publikasi ilmiah, hingga pengelolaan kerja sama internasional menjadi fokus utama dalam kegiatan tersebut.

Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam INHAFI Bawean menyampaikan bahwa benchmarking bukan sekadar kunjungan akademik, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran dan pertukaran pengalaman untuk memperkuat daya saing program studi.

“Kami memperoleh banyak wawasan dan pengalaman berharga dari kampus-kampus yang telah memiliki berbagai prestasi akademik. Hasil benchmarking ini akan menjadi bahan evaluasi dan pengembangan Prodi HKI agar semakin unggul, kompetitif, dan mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya.

Di UNISDA Lamongan, rombongan mempelajari strategi penguatan tata kelola program studi dan pengembangan jejaring kerja sama kelembagaan. Sementara di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, diskusi difokuskan pada pengembangan kurikulum, sistem penjaminan mutu, serta peningkatan budaya riset dan publikasi ilmiah. Adapun di UNU Yogyakarta, perhatian diarahkan pada inovasi pembelajaran, implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), dan penguatan kompetensi lulusan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Melalui kegiatan ini, INHAFI Bawean berharap dapat mengadopsi berbagai inovasi dan praktik terbaik yang diperoleh selama benchmarking untuk diterapkan dalam pengelolaan institusi dan program studi. Langkah tersebut sejalan dengan visi kampus dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang unggul, kompetitif, berjiwa entrepreneurship, dan berkarakter pesantren.

Kegiatan benchmarking ini juga menjadi bukti nyata keseriusan INHAFI Bawean dalam membangun budaya akademik yang progresif, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas secara berkelanjutan demi mencetak lulusan yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.